Rabu, 01 Mei 2013

Seputar Ratna

seseorang berjenis kelamin wanita yang menurut AKTA KELAHIRAN lahir di ciamis 19 oktober 1993 dengan nama resmi Ratna Setianingrum, anak kedua dari 3 bersaudara .
dengan kenyataan lahir dari seorang ibu asal banjar ciamis, dan dari seorang ayah kelahiran kulonprogo, jogja . nama ratna setianingrum sendiri berhasil aku pahami makna dan artinya setelah berusaha kerja keras mencari cari artinya, dari internet . Ratna sendiri dalam bahasa jawa berarti wanita, seperti yang sudah kubilang sebelumnya, aku keturunan jawa blasteran ciamis-jogja, rasanya wajar saja jika nama ratna itu sendiri diambil dalam bahasa jawa, dan ningrum sendiri memiliki arti "berhati lurus" jadi aku menarik kesimpulan sendiri bahwa ratna setianingrum berart "wanita yang setia dan berhati lurus" apapun maksud kedua orangtuaku memberikan nama itu tapi pasti itu makna yang baik, karena nama adalah do'a.

3tahun sebelum aku lahir, telah terlahir lebih dahulu bayi perempuan bernamakan Nitha Kusrini dari rahim yang sama tempatku dikandung, perempuan itu kusebut kakakku. dan 9tahun setelah aku lahir, aku mendapati kenyataan bahwa seorang Rani Mardian terlahir kedunia, statusku menjadi anak bungsu saat itu pun pupus seketika, tapi aku tidak menyesali keberadaannya karena hingga detik ini pun aku menyayanginya dan pasti akan selalu menyayanginya.

hidup di daerah yang bisa disebut terpencil membuatku pun hidup selayaknya, jauh dari hiruk pikuk kota, di desa langensari, Kota banjar lah aku tinggal. memasuki usia sekolah, kelas 1 hingga kelas 2 aku ditinggal ibuku kerja, untungnya dulu aku masih kecil yang hanya tau main, main, dan main, ditinggal ibu belum begitu banyak berpengaruh untukku, karena ada nenekku yang setia sedia merawatku, membuatkan sarapan untukku, menemaniku tidur, menyisir rambutku ketika hendak kesekolah, dan segala sesuatunya dia lakukan untuk merawatku dan kakakku. kemana ayahku? dia bekerja di luar kota, Kuningan Jawa barat, aku lupa berapa sering dia pulang, yang jelas aku tidak merasa jauh dengannya, karena dia sendiri seling pulang, untuk sebulan sekali, atau bahkan 2 bulan sekali, yang jelas aku tidak kehilangan sosoknya walau jarak saat itu memisahkan kita. kesekolah bareng kakak adalah saat saat yang bahkan hingga detik ini menjadi kenangan manis tersendiri untukku, di bonceng naik sepeda, dan melindungiku di Sekolah itulah yang sejauh ini ku ingat tentang sosoknya, aku yang saat itu kelas 2SD dan dia berada di kelas 6SD, merasa terlindungi karena ada kakakku di sekolah yang sama SD KEDUNGWARINGIN III. akhir kelas 2 ibukku pun pulang, lalu dengan kesepakatan kedua orangtuaku, ayahku memboyong kami pindah ke kuningan untuk ikut tinggal disana bersamanya, akhirnya hari hari yang tidak diharapkan itu pun datang, meninggalkan nenekku dan rumah di desa terpencil ini.

memulai beradapatasi dengan lingkungan baru dikuningan. papah memasukanku ke SD PURWAWINANGUN 1 Kuningan memulai kelas 3 ku disana . hingga lulus disana, dan menetapkan pilihan SMPN 4 KUNINGAN sebagai sekolah lanjutanku, lulus SMP adalah hal yang sedikit membingungkan ketika aku bingung untuk melanjutkan study kemana, akhirnya keputusanku jatuh pada SMAN 1 CIGUGUR Kuningan, jaraknya lumayan jauh dari tempatku tinggal, berbeda dengan SD dan SMP yang bahkan bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki, untuk sampai di SMA ku aku harus 2x naik angkot untuk sampai sekolah.

sekolah berjalan dengan lancar, hingga akhir persekolahan, kelas 3 aku dihadapkan dengan kebingungan lagi, namun kali ini terasa lebih berat ketimbang kebingungan di SMP untuk melanjutkan sekolah kemana, kali ini aku harus berfikir keras mau kemana aku setelah SMA, kerja atau kuliah, kalau kerja ..... kerja apa lulusan SMA dan tidak memiliki keterampilan sepertiku? kalau kuliah ...... jurusan apa dan kuliah dimana? namun akhirnya takdir menjawab semuanya, aku lolos snmptn di UPI dengan jurusan pendidikan akuntansi, masuk kuliah 5 september 2011 membuatku FIX tinggal di bandung, dan oktober 2011 papah pindah tugas ke garut, membuat keluarga harus meninggalkan kuningan, mamah dan adikku kembali pulang kampung tinggal dibanjar, dirumah yang sempat kami tinggal kurang lebih 10tahun. papah hidup sendiri di garut, pulang ke banjar seminggu sekali. aku sendiri sekarang hidup di bandung, menempuh ilmu disini . dan tentang kuningannnn , setelah pindah itu aku tidak lagi menapakan kakiku di kota kuda itu, dan bagiku kuningan adalah kota kenangan, entah aku bisa lagi mengunjungi kota kuda itu atau tidak, akupun tidak tau . rasanya meninggalkan teman temanku disana adalah beban tersendiri untukku .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar